Sinergi Antardaerah, SDM PKH Aceh Timur dan Dinas Sosial Fasilitasi Pemulangan Korban Inses dari Peureulak ke Linge Aceh Tengah

PEUREULAK, 2 Agustus 2026– ASN PPPK Dit.PSNK Kemensos dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Dinas Sosial sukses memfasilitasi pemulangan seorang anak yang menjadi korban kekerasan seksual sedarah (inses) dari Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, menuju Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Pemulangan ini dilakukan demi memastikan keselamatan, rehabilitasi psikis, serta pemulihan korban di lingkungan keluarga yang lebih aman, Selasa (04/08/2026).
Proses pemulangan dan pengantaran korban ini didasarkan pada koordinasi intensif dan kolaborasi lintas wilayah antara perwakilan Kemensos RI atau Pendamping Sosial dan dinas sosial di kedua kabupaten.
Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam penanganan ini meliputi Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Aceh Timur, Pendamping Sosial Aceh Timur, Katimkab Aceh Tengah, serta Pendamping Sosial Aceh Tengah.
Perwakilan Pendamping Sosial Aceh Timur mendampingi langsung perjalanan korban dari Kecamatan Peureulak untuk memastikan hak-hak anak tersebut terpenuhi selama masa transit. Setibanya di titik serah terima, korban disambut langsung oleh jajaran Katimkab Aceh Tengah beserta Pendamping Sosial Aceh Tengah yang akan melanjutkan pengawasan khusus di Kecamatan Linge.
Katimkab Aceh Timur menyatakan bahwa pemulangan ini merupakan bentuk komitmen pemda dalam memberikan perlindungan penuh bagi korban kekerasan seksual. Langkah ini juga diambil agar korban mendapatkan lingkungan baru yang lebih kondusif demi menyembuhkan trauma masa lalunya.
Hal senada disampaikan oleh pihak Katimkab Aceh Tengah yang menegaskan kesiapannya bersama pendamping Kecamatan linge untuk melakukan pemantauan berkala, pendampingan psikososial, serta memastikan korban mendapatkan akses pendidikan dan jaminan sosial yang layak di Kecamatan Linge.
Kerja sama yang solid antar-pemangku kepentingan dan tenaga pendamping sosial ini diharapkan dapat menjadi contoh penanganan kasus serupa secara cepat, tanggap, dan integratif di Provinsi Aceh. (*)




